Bayangkan Anda Hadir Sebagai Peserta Dalam Sidang BPUPKI Tahun 1945 Berikut Alasan Memilih Tokoh Tersebut Dan Inti Gagasannya

Pada Modul 2 telah dibahas mengenai sejarah lahirnya Pancasila dan perannya dalam lintasan sejarah bangsa Indonesia yang mengacu pada fakta sejarah, tokoh, dan proses perumusan dasar negara.

Soal

Bayangkan Anda hadir sebagai peserta dalam sidang BPUPKI tahun 1945. Dari berbagai tokoh dalam modul yang menyampaikan pendapat tentang dasar negara, pilihlah satu tokoh yang menurut Anda gagasannya paling menarik. Jelaskan alasan Anda memilih tokoh tersebut dan apa inti gagasannya? Tambahkan sumber referensi yang valid!

Petunjuk Kerja

Berikan pendapat pribadi Saudara antara 100 hingga 300 kata.

Hindari penggunaan AI tanpa dikritisi lebih lanjut.

Silahkan membaca pekerjaan temannya yang lain dan berikan komentar atau saran terhadap jawaban teman Saudara.

Jika terdapat materi dalam modul atau bahan bacaan yang kurang dipahami (di luar hal yang didiskusikan) silahkan untuk ditanyakan dalam forum diskusi ini.

Tutor akan memberikan penguatan terhadap materi yang didiskusikan.

Jawaban:

Jika saya memiliki kesempatan untuk hadir dalam ruang sidang BPUPKI pada tahun 1945, saya akan terpaku pada pidato yang disampaikan oleh Ir. Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945.

Alasan saya memilih beliau karena Soekarno berhasil melakukan sintesis besar atas berbagai pemikiran yang berkembang saat itu.

Beliau tidak berbicara dalam ruang hampa, melainkan menggali nilai-nilai yang sudah mengakar di bumi Indonesia selama berabad-abad.

Gagasan Soekarno sangat menarik karena ia memperkenalkan istilah "Pancasila" sebagai Philosofische Grondslag atau fundamen filsafat bagi Indonesia merdeka.

Inti dari gagasan beliau terdiri dari lima sila: Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau Perikemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, dan Ketuhanan yang Berkebudayaan.

Saya merasa pendekatan beliau sangat menyentuh sisi identitas nasional sekaligus tetap terbuka terhadap nilai global.

Beliau menegaskan bahwa bangsa ini harus berdiri di atas kaki sendiri dengan pondasi persatuan yang kuat.

Hal yang paling berkesan bagi saya adalah saat beliau memeras kelima sila tersebut menjadi Ekasila, yaitu Gotong Royong.

Konsep gotong royong ini menjadi jiwa yang menyatukan seluruh elemen bangsa yang beragam tanpa menghilangkan keunikan masing-masing kelompok.

Melalui gagasan ini, Soekarno memberikan arah yang jelas bahwa negara yang akan dibentuk adalah negara "semua buat semua".

Beliau mampu meyakinkan para anggota sidang bahwa kemerdekaan memerlukan landasan yang kokoh agar tidak mudah goyah oleh badai sejarah.

Hingga saat ini, pemikiran beliau tetap relevan karena mampu menjadi jembatan bagi berbagai perbedaan ideologi di tanah air.

Keselarasan antara nasionalisme dan religiusitas dalam pidato tersebut menunjukkan kedalaman pemahaman beliau terhadap struktur sosial masyarakat kita.

Referensi:

Anshari, S. (1981). The Jakarta Charter 1945: The Struggle for an Islamic Constitution in Indonesia. Kuala Lumpur: ABIM.

Kaelan. (2014). Pendidikan Pancasila. Yogyakarta: Paradigma.

Sekretariat Negara RI. (1995). Risalah Sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) - Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) 28 Mei 1945 - 22 Agustus 1945. Jakarta: Sekretariat Negara RI.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebuah Organisasi Dapat Mencapai Keberhasilan Implementasi TQM Melalui Siklus Perbaikan Yang Berkelanjutan (Continuous Improvement)

Perubahan Dalam Suatu Organisasi atau Perusahaan Dan Contohnya

Analisis Kasus Kepala Dinas Diduga Menerima Uang Dari Pengusaha Sebagai Imbalan Atas Kemudahan Dalam Memenangkan Proyek Pengadaan Barang Dan Jasa